Halo sahabat Sosiologi.tv, apakah kalian tertarik memahami masyarakat pesisir, baik secara konseptual, teoretik, maupun dalam realitas kehidupan sehari-hari? Mari memulainya secara historis bahwa komunitas adalah entitas sosial yang karakteristiknya merupakan warisan masa lampau dari ragam jiwa zaman. Dalam konteks ini, masyarakat pesisir (nelayan dan profesi lainnya) terbayangkan sebagai komunitas yang lebih terbuka dibandingkan masyarakat yang bermukim di daerah pedalaman.
Dari aspek budaya, masyarakat pesisir juga memiliki warisan tradisi, baik yang mewujud ritual maupun kearifan ekologi dalam menjaga keselarasan hubungan antara manusia dengan alam. Bahkan, setiap masyarakat pesisir memiliki sistem religi masing-masing yang dibentuk oleh cara pandang mereka terhadap diri dan lingkungan.

Dari aspek ekonomi, masyarakat pesisir selalu (dengan banyak pengecualian) diidentikkan dengan kondisi memprihatinkan, seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Itulah sebabnya sasaran kebijakan pembangunan selalu dialamatkan kepada masyarakat pesisir dengan ragam label yang dilekatkan padanya.
Sebut saja program pemerintah khusus untuk wilayah dan komunitas masyarakat pesisir, yang digulirkan dalam bentuk pemberdayaan serta bantuan sosial. Meskipun demikian, berbagai program pemerintah dengan visi mensejahterakan masyarakat pesisir tersebut, dalam banyak kenyataan justru tidak mengubah kondisi kehidupan sosial-ekonomi mereka.
Dari aspek sosial, masyarakat pesisir memiliki dinamika interaksi dan relasi yang khas. Ikatan sosialnya tidak hanya mewujud hubungan kekeluargaan, tetapi juga merupakan pola-pola relasi sosial dan ekonomi seperti hubungan patron-klien. Kenyataan seperti ini menjadi penciri hubungan sosial masyarakat pesisir, khususnya bagi kalangan nelayan, di mana seorang patron—yakni pemilik modal—menjadi dan dianggap sebagai “pemberi garansi” bagi kelangsungan hidup masyarakat, terutama yang kondisi ekonominya belum mapan.
Tidak banyak berbeda dengan komunitas lainnya, perkembangan masyarakat pesisir pun ditandai munculnya aneka masalah kompleks yang membutuhkan sentuhan analitik secara akademik. Untuk lebih jelasnya, mari membacanya lewat buku berjudul “Sosiologi Masyarakat Pesisir”.
Spesifikasi Buku:
Judul: Sosiologi Masyarakat Pesisir
Pengarang: Ahmadin, Imanuddin Hasbi, Alpian, Kamaruddin Salim, Endri Bagus Prastiyo, Arfriani Maifizar, Desmayeti Arfa, Rusdi, Fajria Sari Sakaria, Enggar Yulia Wardani, Pratama Tirza Surya Sembada, Mustopa, Alfi Husni, Marisa Elsera
Penerbit: Widina Media Utama
Ukuran: 14,5 x 21 cm
Tebal: 314 hlm
Terbit: Maret 2025
ISBN: 978-623-500-845-5






















