Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Book Spill

Sosiologi Masyarakat Pesisir

Avatar photobadge-check

Cover buku Sosiologi Msyarakat Pesisir. Foto: DOk. Sosiologi.tv Perbesar

Cover buku Sosiologi Msyarakat Pesisir. Foto: DOk. Sosiologi.tv

Halo sahabat Sosiologi.tv, apakah kalian tertarik memahami masyarakat pesisir, baik secara konseptual, teoretik, maupun dalam realitas kehidupan sehari-hari? Mari memulainya secara historis bahwa komunitas adalah entitas sosial yang karakteristiknya merupakan warisan masa lampau dari ragam jiwa zaman. Dalam konteks ini, masyarakat pesisir (nelayan dan profesi lainnya) terbayangkan sebagai komunitas yang lebih terbuka dibandingkan masyarakat yang bermukim di daerah pedalaman.

Dari aspek budaya, masyarakat pesisir juga memiliki warisan tradisi, baik yang mewujud ritual maupun kearifan ekologi dalam menjaga keselarasan hubungan antara manusia dengan alam. Bahkan, setiap masyarakat pesisir memiliki sistem religi masing-masing yang dibentuk oleh cara pandang mereka terhadap diri dan lingkungan.

Dari aspek ekonomi, masyarakat pesisir selalu (dengan banyak pengecualian) diidentikkan dengan kondisi memprihatinkan, seperti kemiskinan dan keterbelakangan. Itulah sebabnya sasaran kebijakan pembangunan selalu dialamatkan kepada masyarakat pesisir dengan ragam label yang dilekatkan padanya.

Sebut saja program pemerintah khusus untuk wilayah dan komunitas masyarakat pesisir, yang digulirkan dalam bentuk pemberdayaan serta bantuan sosial. Meskipun demikian, berbagai program pemerintah dengan visi mensejahterakan masyarakat pesisir tersebut, dalam banyak kenyataan justru tidak mengubah kondisi kehidupan sosial-ekonomi mereka.

Dari aspek sosial, masyarakat pesisir memiliki dinamika interaksi dan relasi yang khas. Ikatan sosialnya tidak hanya mewujud hubungan kekeluargaan, tetapi juga merupakan pola-pola relasi sosial dan ekonomi seperti hubungan patron-klien. Kenyataan seperti ini menjadi penciri hubungan sosial masyarakat pesisir, khususnya bagi kalangan nelayan, di mana seorang patron—yakni pemilik modal—menjadi dan dianggap sebagai “pemberi garansi” bagi kelangsungan hidup masyarakat, terutama yang kondisi ekonominya belum mapan.

Tidak banyak berbeda dengan komunitas lainnya, perkembangan masyarakat pesisir pun ditandai munculnya aneka masalah kompleks yang membutuhkan sentuhan analitik secara akademik. Untuk lebih jelasnya, mari membacanya lewat buku berjudul “Sosiologi Masyarakat Pesisir”.

Spesifikasi Buku:

Judul: Sosiologi Masyarakat Pesisir

Pengarang: Ahmadin, Imanuddin Hasbi, Alpian, Kamaruddin Salim, Endri Bagus Prastiyo, Arfriani Maifizar, Desmayeti Arfa, Rusdi, Fajria Sari Sakaria, Enggar Yulia Wardani, Pratama Tirza Surya Sembada, Mustopa, Alfi Husni, Marisa Elsera

Penerbit: Widina Media Utama

Ukuran: 14,5 x 21 cm

Tebal: 314 hlm

Terbit: Maret 2025

ISBN: 978-623-500-845-5

Selengkapnya………

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Sosiologi Ruang Publik Perkotaan

6 Okt 2026 - 21:55 WIB

Sosiologi Ruang Publik Perkotaan

Menyosiologikan Ruang Kota

6 Okt 2026 - 13:58 WIB

Menyosiologikan Ruang Kota

Pengantar Sosiologi: Konsep dan Praktik

6 Okt 2026 - 11:26 WIB

Pengantar Sosiologi: Konsep dan Praktik

Sosiologi Perkotaan

6 Okt 2026 - 11:04 WIB

Sosiologi Perkotaan

Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja!

13 Des 2021 - 08:37 WIB

Bosen Kerja Kantoran? Jadi Atlet MMA Aja!
Trending di Book Spill